Open top menu
Saturday, January 31, 2015
4 Grup Band Metal Yang Islami! Musik Metal Yang Sesungguhnya

Band Metal Islam - Band metal pasti di benak anda identik dengan Syetan, Penjahat, Kekerasan, dll. Tetapi tahukah anda jika band metal juga ada yang ber temakan religi pasti anda baru tahu atau bahkan sudah tahu, mungkin jika anda belum tahu anda bisa profil 4 Grup band Metal Yang Islami

1. Punk Muslim

Band Metal Islam
Apa yang terbayang jika mendengar kata "PUNK" Narkoba, anarkisme, Rambut Punk, Gelandangan, Tidak jelas. Namun bayangan tersebut tidak akan ditemukan bila bertemu dengan komunitas Punk Muslim. Punk Muslim berdiri sekitar tahun 2009, komunitas ini terbentuk berawal dari band punk yang bernama Ideologi Islam yang didirikan oleh budi chaeroni.

2. Purgatory

Yang kedua yaitu Purgatory. Purgatory adalah sebuah band death metal asal jakarta yang dibentuk oleh Lutfi sang gitaris dan adiknya Al yang seorang drumer juga di band yang sama. yang membuat band ini berbeda dengan band death metal yang lain adalah lirik atau lagu yang dibawakan yang bernafaskan islami seperti ajaran agama islam, dakwah islam, perang uhud dll.

Band Metal Islam
Selain lirik lagunya yang islami seperti M.O.G.S.A.W , Lambang yang mereka gunakan juga sangat islami sekali berbeda dengan band metal lain yang menggunakan bintang terbalik sebagai lambangnya. Purgatory menggunakan bulan bintang dan kaligrafi dalam logonya. Dalam dunia musik metal atau undeground biasanya dilambangkan salam dengan tangan yang mirip seperti kepala domba. Tapi , lain halnya dengan band purgatory ini. Mereka menjadikan “one finger movement” sebagai salamnya yaitu salam satu jari yang artinya “satu” itu berarti bertauhid. berikut adalah nama-nama pemain band yang masih aktif: L.T.F - Gitar, Al - Drum, Apit - Growl, Bone - Bass, Sandman - Vokal, D'Jackal - DJ/ Sampling/ Programming, BadArt - Gitar.

3. The Roots Of Madinah

Band Metal Islam
Dari namanya "madinah" pasti anda sedikit punya pandangan terhadap band metal madinah. The Roots Of Madinah berdiri pada tanggal 24 mei 2008, yang berawal dari 3 orang teman lama yang bersatu kembali setelah sekian tahun berpisah ditelan kesibukan masing masing. Mereka adalah Thufail Al Ghifari, Udenkox Hermawan dan Arif Attack. salah satu personil The Roots Of Madinah yaitu Thufail Al Ghifari adalah salah seorang hiphop nasional Kedua albumnya sudah memberi warna tersendiri dalam perjalanan eksistensinya.

Walau aransemen music di album Syair Perang Panjang sempat mendapat banyak cercaan dari komunitas hiphopindo, ditambah syair – syair islam yang tajam, tegas dan sangat agresif membuat Thufail sering dicap rapper islam garis keras bahkan hingga saat ini masih banyak yang memberikan penilaian tersebut. Tidak seperti kita yang terlahir sudah muslim Thufail Al Ghifari terlahir dari pasangan Pendeta, masuk islam tahun 2002 setelah melewati proses pemikiran dan pencarian jati diri yang panjang. 

4. Tengkorak

Band Metal Islam
Dan yang terakhir adalah Tengkorak mungkin sebagian dari sahabat muslim sudah tahu dengan band yang satu ini, Band ini didirikan pada akhir tahun 1993 oleh  Ombat, Danang, dan Yoyok. Band ini mengusung aliran Heavy Metal dan Death Metal. Tengkorak merupakan grup musik Grindcore pertama di Indonesia. Bahkan album-album Tengkorak sudah beredar di Jepang, dan Eropa, Amerika, Australia, dan Timur Tengah. Tahun 2005-2006 saja 3-4 album Tengkorak tersebar di 29 negara di dunia. Tengkorak berpesan kepada para penggemar, "kami sebagai musisi Tengkorak mengharap setiap fans agar jangan terlena dengan aliran musik yang mengarah kepada dekadens moral. Bahwa bermusik itu harus tetap jujur, sesuai hatinurani. Kalau kita senang musik keras, kita sesuaikan dengan dan alam Indonesia yang mempunyai tata-sopan-santun, tatakrama, akhlak ketimuran dan sebagai orang muslim yang baik".

Band Metal Islam Yang membuat Tengkorak berbeda dengan band-band heavy metal lain terletak pada prinsip dan idealisme Islam dan anti-Zionis yang diusungnya. Meski tampil urakan, soal prinsip, bagi Ombat dkk, adalah nomor satu. Ketika azan berkumandang, mereka menghentikan aktivitasnya dan salat terlebih dahulu. Bagi mereka, Islam tetap nomor satu jika dibandingkan dengan apa pun. 
Berbeda dengan lirik lagu metal lain yang bertema anti Tuhan, memuja setan dan kebebasan. Lirik-lirik lagu Tengkorak bersumber dari sirah nabawi, Alquran, dan hadis. Menurut Ombat, itu adalah perjuangan anak band underground untuk berjihad dengan musik.

Salah satu personil band tengkorak adalah Ombat, selain jadi Vokalis Band, Ombat juga menjadi kuasa hukum terpidana kasus terorisme Muhammad Jibril. Pria kelahiran Jakarta, 11 April 1973, itu juga anggota aktif Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) sekaligus direktur utama PT Sebelas April Lian Mipro yang bergerak di bidang event organizer, promotor, dan merchandise. Tengkorak menggagas tren baru, yakni mengganti salam metal dengan salam satu jari. Gerakan dengan menunjukkan jari telunjuk ke arah langit itu telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa dan diikuti jutaan pencinta musik metal di Asia Tenggara dan Timur Tengah. "Itu berarti tauhid, yakni percaya kepada satu Tuhan: Allah," ujar ombat.



 Kesimpulan : Jalan dakwah bisa ditempuh dari mana saja, demi menyebarkan agama islam pedakwah harus berani mengadapi tantangan atau ujian yang di berikan kepada ALLAH SWT, guna untuk meningkatkan derajat manusia di Sisinya. SALAM TAUHID!




Read more
Monday, December 8, 2014
kisah teladan islam : Panglima Rubai Bin Amir - Islam Itu Indah Sekali Blog

Kisah Teladan Panglima Ruba’I Bin Amir


Ibnu katsir dalam karyanya Al-bidayah wa an an-nihayah menceritakan, mughirah bin Syu’bah pernah diutus oleh Panglima Sa’ad Bin Abi Waqash, untuk mendatangi kerajaan Persia yang masih menganut kerajaan majusi. Rustum adalah panglima Persia yang sangat di segani seperti gadjah mada patihnya kerajaan majapahit.

Ketika mughirah tiba di istana, panglima perang Rustum bertanya ”untuk apa kamu datang ke kerajaanku, apakah ingin mengusai kerajaan kami,”
 seketika Mughirah menjawab:,”Dunia bukanlah tujuan kami. Cita-cita dan tujuan kami adalah akhirat Allah kepadamu rasul dan dia berkata kepadanya ( yang maknanya ) : Aku telah memberikan kekuasaan kepada kaum ini ( kaum muslim ) atas orang-orang yang tidak tunduk pada agama-Ku.”

Kemudian Raja lagi:”mahua ad-dien? ( Agama apakah itu ? )”
                Mughirah menjawab,”pilar yang tegak di atasnya kesaksian, bahwa tidak ada tuhan yang disembah kecuali Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, serta pengakuan atas semua yang datang dari-Nya.”

Setelah peristiwa tersebut, Sebelum terjadi peperangan Qadisiyah ( Antara pasukan Muslim dengan pasukan Persia ), panglima Rustam memberi undangan agar panglima Sa’ad bin Abi Waqash mengutus orang untuk datang sebagai tamu kenegaraan. Kemudian salah seorang prajurit muslim bernama Ruba’I bin Amir, dikirim oleh Sa’ad bin Abi Waqash untuk menghadap panglima Rustum kembali. Dengan mengendarai seekor kuda, Ruba’i melaju cepat menuju perkemahan Rustum di perbatasan. Setibanya di lokasi, Ruba’i bin Amir berhadapan dengan semua pembesar militer yang berpakaian kenegaraan. Forum mereka di hiasi dengan hamparan karpet merah berbahan sutera, jendral Rustum di podium militernya. Ia memakai atribut berbahan emas yang dihiasi dengan batu permata yang serba mahal. Sebaliknya, Ruba’i bin Amir, hanya mengenakan pakaian berbahan kasar dan sederhana.

Dari kejauhan, ringkikan suara kuda Ruba’I sudah menggetarkan setiap yang mendengarnya, dengan berbekal tombak dan perisai umumnya tentara kala itu, Ruba’i bin Amir masuk ke perkampungan kemah petinggi militer, tanpa menghiraukan penjagaan ketat yang menakutkan. Ruba’i terus masuk dengan menunggangi kuda dan membiarkan kaki kuda mengotori hamparan karpet merah symbol kenegaraan.

Mendengar rinkikan kuda yang mencirikan kuda istimewa, Rustam tersenyum bahwa utusan panglima Sa’ad bin Abi Waqash telah tiba, sebab jauh hari dia sudah memerintahkan untuk memasang besi portal setinggi setengah badan. Dengan memasang portal besi setengah badan ini, Rustum berharap utusan militer muslim ini mau tidak mau berjalan menghadap dirinya dengan membungkuk-kan badan. Namun diplomasi praksis Ruba’i  bin Amir tidak kalah tegas dan cerdik. Menyaksikan fakta ada portal di hadapannya, ruba’i kemudian membalikan badan, lalu berjalan mundur seraya membungkukan badanya, sehingga pantat-nya membokongi rustum sang panglima Persia. Ruba’i terus berjalan kedepan dengan posisi membelakangi sambil menyeret tombaknya, dengan demikian seketika juga hamparan karpet merah terkoyak-koyak tata-letaknya. Menyaksikan peristiwa itu

para jendral militer berseru : “Letakan senjata itu!’
Ruba’i menjawab, “Aku datang kemari tidak lain hanyalah atas undangan kalian. Jika kalian senang, biarkan aku dalam keadanku, seperti ini, atau kalau tidak , aku akan pulang.”

Kemudian Rustum menengahi : “Biarkan ia menghadap!” Akhirnya, Ruba’i menghadap panglima Rustum, dengan tombak masuk hamparan karpet merah. Dan seketika itu pula karpet terkoyak-koyak. Mereka bertanya,”Apakah yang mendorongmu masuk daerah kami?”. “Allah SWT telah mengutus kami untuk membebaskan manusia dari memperhambakan diri kepada selain Allah, dan melepaskan belenggu duniawi menuju dunia bebas, dan dari agama yang sesat menuju keadilan Islam.

Jawaban Ruba’i, ini menegaskan semangat dakwah adalah karena Allah SWT bukan bermotif politis, kekuasaan atau ekonomi. Seperti ditegaskan di firman Allah, agar semua hal di motifkan karena Allah semata: “Sesungguhnya Shalatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya, dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri kepada Allah .” (QS. AL-An’am : 162-163 ).


Read more